Tag Archive | "doa yusuf mansur"

Tags: , ,

Prinsip Doa Yusuf Mansur

Posted on 11 April 2014 by admin

Prinsip Doa Yusuf Mansur

Prinsip Doa Yusuf MansurDoa itu akan kembali kepada yang mendoakan. Malah kembalinya dalam keadaan yang mendoakan itu adalah malaikat-malaikat Allah. Maka doakanlah yang baik-baik. Bila kita mendoakan yang buruk-buruk akan kembali kepada kita yang buruk juga. Saya berusaha bener kepada yang menyakiti saya pun, doa saya, saya usahakan tetep yang baik-baik.

Misal, ketika uang hilang dan yakin diambil orang, maka doanya tetap saja yang baik-baik. Dan ini memang perlu belajar. Karenanya saya terus belajar juga untuk bisa mendoakan orang lain sebaik-baiknya. Bahkan tadi, kepada yang sudah menyakiti kita sekalipun. Kepada yang menyakiti kita, merugikan kita, nyebelin, ngeselin, apa doanya? Biasanya orang akan mengutuk, menyumpahserapahi.

Sungguhpun barangkali layak, tapi layak kata siapa? Siapa tahu kita yang memang pantas mendapat perlakuan itu sebab kelakuan kita kepada orang lain? Memantul ke kita. Kita melakukan a, balasannya b. Kita berbuat kepada a, yang balas b. Allah meminjam hamba-hamba-Nya yang lain untuk kita merasakan balasan yang sama, sebagai balasan atau peringatan. Agar kita menyadari dan mau berhenti.

Bagamaina Cara Berdoanya? Prinsip Doa

Jadi ya tetap aja doakan yang baik-baik. Misal, “yaa Allah… Ampunilah yang t’lah menyakitiku, merugikan diriku, nyebelin ato ngeselin. Bimbing dia agar tidak melakukan hal serupa. Dan jangan Engkau azab dia atas doa-doanya. Buat sadar saja tanpa perlu Engkau membalasnya. Sungguh Engkau Maha Membalas, tapi Engkau Maha Membimbing, Maha Memberi Hidayah, Maha Memberi Kesempatan buat sesiapa hamba-Mu yang kepengen sadar dan kembali.

Jika ada rizki yang bukan rizkinya, yakni haram, maka bersihkanlah tanpa menyakitinya. Ambillah kembali atau hilangkan dari kehidupannya dan kehidupan keluarganya, agar tidak menjadi keburukan di dunia ini, apalagi di akhirat.”

Prinsip Doa Yusuf Mansur – Tweet Ustad @Yusuf_mansur.

Comments (2)

Tags: ,

Kekuatan Doa

Posted on 26 November 2013 by admin

Kekuatan Doa

Doa, mendoakan, minta didoakan. Saya minta didoakan banget2 ya. Untuk saya, anak2, keluarga, santri2, klg bsr santri, & jamaah zikir setelah shalat dhuhasemua. u/ smua doa kwn2. Saya aminkan dari sini. Silahkn berdoa. Baca shalawat dulu, istighfar dulu, & niatkan bsk brsedekah spy kabul. Aamin. Doa itu senjata yg lsg dari Allah, &Kekuatan Allah. Tp smakin jarang digunakan. Gunakan sebanyak2nya, sesering2nya. Silahkan berdoa. Dulu saya tulis aja apa yg dimau dari Allah. Di kertas. Mayan. 4hal folio. Bc, simpan. Baca, simpan. 1 per 1 dah dikabul Allah. Alhamd. Stiap doa, saya awali tulisannya dg menyebut nama Allah. Saban baca, nangis. Ngerasa & ngeyakinin cuma Allah aja yg bs ngewujudin. Doa demi doa, 4 halaman folio itu, saya baca berulang2, dan berulang2. Spy saya disiplin brdoanya, ga ngawur, konstan & konsisten. Trnyata Allah begitu banyak mengabulkan jg, memberi jg, apa2 yg trlintas, tdk sempat trtulis, bahkan yg memang tdk trlintas & tdk trtulis. Met brdoa ya. Jgn lupa, doakan yg lain, & jgn malu2 minta doa dari yg lain. Doa, mendoakan, & minta didoakan. Salam. Met istirahat.
@Yusuf_mansur. Kekuatan doa

Comments (0)

Tags: , , , ,

Boleh gak sih sedekah ngarep?

Posted on 04 July 2013 by admin

Sedekah, doa, dan pamrih – Artikel ini berisi paparan dari Ustad Yusuf mansur tentang sedekah, doa, dan pamrih. Semoga bisa bermanfaat bagi kita semua umat muslim. 
Ttg sedekah, doa, dan pamrih, konsep saya memang beda.

Doa itu ibadah.

Seperti sedekah, di mana ia juga ibadah. Dan doa, bukan pamrih.

Niat, ga bisa disebut atau disamakan dengan doa.

Niat ya niat. Doa ya doa.

Dari sini semua bermula. Sekedar sharing juga, he he he.

Seseorang yang sedekah, kepengen anaknya sembuh, maka permintaan itu “setara/sama/serupa” dengan pengen kaya, pengen selamet, pengen nikah, pengen kerja, pengen tolak bala, pengen punya rumah, pengen terus sekolah, pengen masuk kampus favorit, pengen beasiswa di luar negeri, pengen punya anak, pengen punya modal, pengen punya modal, pengen ngembangin usaha, pengen punya usaha, pengen naik karir, dll.

Ketika “pengen”, maka itu udah masuk wilayah doa. Bukan niat lagi.

Niatnya apa? Ya niatnya sedekah.

Doanya? Doanya supaya bisa selamet dari fitnah, dll. Semua yg disebut: setara, sama, serupa. Sebab sama-sama disebut doa.

Orang shalat tahajjud. Niatnya?

Ya tentunya niat shalat tahajjud. Usholii sunnatat-tahajjud…

Ketika dia shalat tahajjud supaya dinaikkan derajat, supaya jadi orang kaya, dilapangkan rizki, lunas hutang, sembuh dari penyakit, dll., maka ketika ada kalimat “supaya”, maka itu masuk wilayah doa.

Sedekah, tanpa doa? 1 pahala.

Sedekah + doa ? 2 pahala.

Bila beda di awal, maka beda pula serencengan, he he he. Saya, terhadap amal-amal lain, ya ga nyebut itu sbg pamrih. Bahkan ngarep di mata saya, adalah juga doa. Amal tinggi banget bila seseorang bisa ngarep sama Allah saja. Ga ngarep sama yang lain. Baru bermasalah, bila ngarepnya ke orang. Dia bantu orang lain, tapi ada maunya dari orang itu. Itu yg ga boleh. Atau riya (memperlihatkan amal kepada yg lain). Atau sum’ah (memperdengarkan kpd yg lain).

Baca Qur’an, supaya dapat berkah. Boleh ga?

Nah di sini, beda konsep.

Baca Qur’an, niatnya apa?

Ya pastinya ridho Allah.

Ya baca Qur’an aja. Terus minta hidup berkah, kekayaan berkah, anak2 berkah, rumah tangga berkah, pekerjaan berkah, usaha berkah, umur berkah, tenaga berkah.

Ketika nyebut “supaya”, itu udah masuk lagi2 ke wilayah doa. Jangankan sekedar berkah, atau katakanlah bahwa permintaan itu adalah “cuma” 1 permintaan. Dia minta sejuta permintaan, setelah baca Qur’an, atau bahkan sebelum baca Qur’an, atau bahkan nih, tanpa baca Qur’an, maka doa itu boleh banget2. Ngarep, boleh2 banget. Tidak ada satupun yang berhak melarang.

Jika doa sudah disebut niat, maka itulah awal pertentangan atau perbedaan.

Koq sedekah pengen kaya?

Koq birrul walidain pengen diangkat derajatnya, koq dhuha pengen dibuka rizki… Salah semua jadinya. Padahal, menurut konsep yg saya ikutin, kalo masuk “supaya”, itu masuk wilayah doa sebagaimana disebut di atas. Adalah rugi jika seseorang yg beramal saleh, lalu dia tidak meminta kepada Allah. Rugi banget.

Tapi saya sangat setuju, jika kemudian permintaan itu tidak hanya bersifat duniawi belaka. Tapi minta ridho Allah, minta surga, pengampunan, selamat dunia akhirat. Apapun, itu namanya “minta”. Yg bagus, beramal yang banyak, dan minta yang banyak.

Tulisan yg gini2, sdh jadi buku kompleto atas izin Allah. Judulnya: Boleh Ga Sih Sedekah Ngarep?

Boleh juga ada yg mengatakan. Niatnya melaksanakan tugas kantor. Ngejar target. Supaya naik pangkat, supaya promosi. Supaya naik gaji. Itu kalau di dunia manusia kerja. Apalagi kalau niatnya ibadah, ya keren banget.

Seluruh motivasi dunia, dibenarkan, menurut saya, jika mencarinya “hanya” di Sisi-Nya, dan dg Cara-Cara-Nya.

Dunia adalah milik Allah. Dekatkan semua yang pengen dunia, dengan Pemilik-Nya. Supaya mereka tidak meminta dunia dari selain-Nya, dengan cara-cara yang tidak diridhai juga oleh Pemilik-Nya.

Dan ajarkan mereka yang kepengen dunia, sebagaimana kita mengajarkan karyawan-karyawan kantor u/ bekerja terbaik, ngejar target, lalu dapet bonus terbaik juga.

Maka ajarkan yg pengen dunia, apa-apa yang diperintahkan Pemilik Dunia, spy dapat bonus banyak fii-haadzihil-hayaatid-duniaa… Ajarkan mereka yang pengen dunia, untuk meninggalkan seluruh larangan Pemilik Dunia. Spy dapet. Atau dapetnya dengan ridha-Nya.

Sbb banyak yg dapat, tp tidak dg Ridha-Nya. Dengan cara-cara yang benar, cara2 yg betul, yg hati2, tapi penuh semangat, sbb dunia memang milik Allah. Sementara itu, Allah pun mengajarkan, bahwa semua dunia ini, ga ada seberapanya dibanding apa-apa yang Allah akan berikan di negeri akhir. Ini dia… Ga seberapa dibanding dengan apa-apa yang Allah akan beri di negeri akhir.

Jadi, bukan ga boleh. Justru boleh banget. Malah dimotivasi, bahwa akan dapat yang lebih baik lagi nanti di akhirat. Ajarkan pula kehati2an, bahwa jangan sampe berhenti di expecting something about dunia only. Harus lebih powerful. Minta itu selalu dua, selalu seimbang: permintaan dunia, permintaan akhirat… Kayak yg diajarkan Allah sendiri: Rabbanaa aatinaa fid-duniaa hasanah, wafil-aakhiroti hasanah, wa qinaa ‘adzaabannaar.

Permintaan seimbang pun trnyata msh ga seimbang. Sbb Allah ngajarin 2:1, dua banding 1. Permintaan kebaikan negeri akhir, msh ditambah permintaan selamat dan terlindungi dari api neraka. Dua permintaan berbanding 1 permintaan di dunia.

Ini sekaligus ngajarin juga kita, bahwa sebaik-baik permintaan, tetap permintaan akhirat. Tapi permintaan akhirat, tetaplah permintaan. Artinya, ya harus juga diminta. Jangan diem aja. Jangan sampe sedekah ya sedekah saja, baca Qur’an ya baca Qur’an saja, dhuha ya dhuha aja, berbuat baik ya berbuat baik saja. Jangan. Kudu ada permintaannya. Kudu ada doanya.

Salam. Selamat berbuat baik, dan berdoalah. Sesungguhnya Allah menunggu dan mendengar doa. Silahkan share apa2 yang didapat di www.yusufmansur.com atau di twitter @yusuf_mansur, ke sebanyak2nya orang. Dan salamkan salam saya, agar perbanyak sedekah, supaya doa lebih maqbuul lagi. Lebih dikabulkan. Juga jaga shalat fardhu berjamaah, di masjid, khususnya di masjid, dan sebisa mungkin jauhi dosa, jauhi maksiat.

disadur dari :
Sedekah Doa Pamrih by YM

Comments (0)

Tags: , , ,

Doa Supaya Diberi Anak

Posted on 08 February 2013 by admin

Doa agar Diberi Anak/Keturunan

Buat saudara yang lagi pengen banget punya anak, mudah-mudahan ini doa mustajab buat mendatangkan anak keturunan. Selagi saudara menghindarkan yang namanya dosa dan memperbanyak sedekah, serta mengoptimalkan ibadah wajib, dan membangun ibadah sunnah. InsyaAllah, kun fayakuun Allah jalan! InsyaAllah…

Bismillaahirrahmaannirrahiim..
Allaahumma innii as-aluka bimaa sa-alaka bihii zakariyya idz qaala : rabbi laa tadzarnii fardan wa anta khairul waaritsiin. Allaahumma hablii dzurriyyatan thayyibatan innaka samii’uddu’aa’. Allaahumma bismikas tahlaltuhaa wa fii amaanatika, akhadz-tuhaa fa-in qadhaita fii rahimihaa waladan, faj’alhu ghulaaman wa laa taj’al lisysyaithaana fiihi nashiiban wa laa syirkan

Ya Allah, sungguh aku memohon kepada-Mu seperti pinta Zakaria ketika berdoa, ‘Wahai Tuhanku, jangan Engkau biarkan aku sendirian (tanpa keturunan yang mewarisi), Engkaulah sebaik-baik yang mewarisi’. Ya Allah, berilah aku keturunan yang baik, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar permohonan. Ya Allah, melalui nama-Mu, aku menganggapnya halal dan menjadikannya dalam amanah-Mu. Jika Engkau telah tetapkan dalam rahimnya ada janin, maka jadikanlah dia anak dan jangan Engkau berikan dan andil bagi setan didalamnya.

Terus wiridlah sesuai lafal ayat (Q.S.Al-Anbiya : 89) dan (Q.S.Ali-Imran : 38) sebanyak 100x, 70x minimal 7x atau lebih banyak lebih bagus. Sholawat, istighfar dan tasbih tetep jangan ditinggalkan…
_wisata hati yusuf mansur_Doa Supaya Diberi Anak

Comments (1)

Tags: ,

Doa Setelah Sholat Dhuha

Posted on 05 February 2013 by admin

Wisata Hati : Doa setelah sholat Dhuha yang Amat Baik Dipanjatkan
Setelah sholat dhuha, sangat baik apabila kita melafazkan doa di bawah ini , supaya Allah mudahkan semua urusan rezeki dan hajat kita.

ALLAHUMMA INNADH DHUHA-A DHUHA-UKA, WAL BAHAA-A BAHAA-UKA, WAL JAMAALA JAMAALUKA, WAL QUWWATA QUWWATUKA, WAL QUDRATA QUDRATUKA, WAL ISHMATA ISHMATUKA. ALLAHUMA INKAANA RIZQI FIS SAMMA-I FA ANZILHU, WA INKAANA FIL ARDHI FA-AKHRIJHU, WA INKAANA MU’ASARAN FAYASSIRHU, WAINKAANA HARAAMAN FATHAHHIRHU, WA INKAANA BA’IDAN FA QARIBHU, BIHAQQIDUHAA-IKA WA BAHAAIKA, WA JAMAALIKA WA QUWWATIKA WA QUDRATIKA, AATINI MAA ATAITA ‘IBAADAKASH SHALIHIN.
Artinya: “Wahai Tuhanku, sesungguhnya waktu dhuha adalah waktu dhuha-Mu, keagungan adalah keagunan-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, penjagaan adalah penjagaan-Mu, Wahai Tuhanku, apabila rezekiku berada di atas langit maka turunkanlah, apabila berada di dalam bumi maka keluarkanlah, apabila sukar mudahkanlah, apabila haram sucikanlah, apabila jauh dekatkanlah dengan kebenaran dhuha-Mu, kekuasaan-Mu (Wahai Tuhanku), datangkanlah padaku apa yang Engkau datangkan kepada hamba-hambaMu yang soleh”.
Salam, Semoga Allah memudahkan semua hajat kita..
_Wisata Hati Yusuf Mansur_Doa Setelah sholat dhuha.

Comments (30)

Tags: ,

Doa Biar Dapet Mobil

Posted on 04 February 2013 by admin

Doa Ustad Yusuf Mansur : Biar Dapet Mobil

#mobil. 1. Ya Allah, makasih ya. Udah ngasih saya motor. Biar kata taon ’75 nih motor, alhamdulillaah dah ga bisa jalan…

#mobil 2. Liat tudoa pengen mobilh opening doanya… The winner… Bukan the looser. Yg begini yg Allah demen…

#mobil 3. Tapi ya kelewatan juga ya contohnya, he he. Masa iya taon ’75. Eh eh, tp bs jg. Motor tua, antique. Iya ga?

#mobil 4. Nih contoh yg normalnya…

#mobil 5. Ya Allah, makasih ya. Engkau udah ngasih saya motor tahun 95. Coba kalo tahun 85, repot ngerawatnya…

#mobil 6. Ya Allah, motor ini udah tua. Kasian. Udah ga bisa dipake nyalib. Saban nyalib, batuk2. Malah mogok. Bagus sih, jadi selamet.

#mobil 7. Tapi saya kasian sama ni motor. Pake helm, jaket, sepatu bagus, ga bisa. Kebanting sama motornya. Emang2 ga punya juga.

#mobil 8. Tapi apa adanya ini, saya seneng banget. Motor ini jadi saksi saya nyari duit yg halal. Jadi saksi kalo saya bawa juga ngaji.

#mobil 9. Alhamdulillah, biar ni motor tahun 95, ga pernah rewel. Paling2 mogok krn saya ga kebeli bensin. Tp saya ga malu.

#mobil 10. Asli saya ga malu. Coba kalo motornya Ducati. Kalo mogok, sbb bensin habis, kan berat dorongnya. Engkau TOP banget dah. Pas.

#mobil 11. Ya Allah, Emak saya makin tua. Makin ga bisa naik kereta. Makin ga bisa naik bus. Buat pulang kampung…

#mobil 12. Saya pengen dah beli mobil. Buat nyenengin emak. 2 bulanan lagi, bulan puasa. Habis itu lebaran. Emak insyaAllah pulkam.

#mobil 13. Masa iya, Emak saya gonceng pake motor ’95. Apalagi skrng saya udah nikah. Anak 5. Taro di mana coba?

#mobil 14. Kalo saya ga pantes punya mobil, beloman pantes dikasih mobil, liat aja Emak saya ya Allah. Saya pengen banget muliaan Emak.

#mobil 15. Engkau liat, selama ini saya ga pernah petantang petenteng, ga pernah sombong, dg motor ’95 saya.

#mobil 16. Ga pernah juga saya maksiat, dg izin-Mu, dg motor ini. Semoga kalo dah ada mobil, mau tetep kalem. Tujuan saya, Emak saya.

#mobil 17. Saya pengen Emak bs pulang kampung, dg mobil yg saya beli. Kalo bisa yg ada sunroofnya. Spy Emak bisa dadah2 pas masuk kampung.

#mobil 18. Tawanya Emak, adalah kesenangan saya… Spy Emak mau pipis, mau mampir makan, bisa berenti kapan aja. Kalo naik bus, ga bisa.

#mobil 19. Ya Allah, insyaAllah sy mo rajin dhuha,tahajjud. Yg lain ngumpulin duit u DP, saya mah ngumpulin poin dhuha&tahajjud aja.

#mobil 20. Lagian, ga ada jg duit yg bs saya tabung buat DP. Ya Allah… Kabulin doa ini, dan bikin saya pantes buat dikabulin doanya.

#mobil 21. Gini2 dah doanya. Silahkan coba kembangin.
#mobil 22. Tunjukin foto begini ke Allah. Cetak,&bingkai. DreamPicture. Bawa ke sajadah.
#mobil 23. Kalo pas keujanan lg naik motor, cakep tuh. Jgn berenti. Tancep gas aja. InsyaAllah badah dah… Lepek…

#mobil 24. Badah = basah. Lepek = basah kuyup.

#mobil 25. Lagi hujan2an, di atas motor, doa dah… “Ya Allah, liat nih… Ga kasian apa… Hujan2an bgini… Kasih mobil yaaa… Pliiiis..”

#mobil 26. Yg lain, bengong di bawah kolong jembatan, bb-an, atau yg lain, sumpah serapah sbb hujan, kita anteng berdoa… Subhaanallaah…

#mobil 27. Saya dulu seneng hujan2an di motor. Kalo hujan dtg, bahagia… Saat berdoa…!!! Ucap batinku, bahagia…

#mobil 28. Rahasia terbesar karunia tambahan dari Allah… Syukur dulu, syukur lagi, syukur teruuuuuuusss….
_wisatahati yusuf mansur_

Comments (2)

doa lunas hutang

Tags: , , , ,

Wisata Hati – Hutang dan Pertolongan Allah

Posted on 31 January 2013 by admin

Wisata hati Ustad Yusuf Mansur-Cara Agar hutang Lunas

doa yusuf mansur( TAFSIR ) HUTANG DAN MENCARI PERTOLONGAN ALLAH SWT – Usaha manusia mencakup dua dimensi, yaitu lahiriah dan batiniah. Biasanya usaha batiniah yang sering kita lupakan. Ujung-ujungnya ketika kita menghadapi kendala dalam usaha, kita langsung memvonis bahwa Tuhan tidak adil. Padahal, Dia selalu menolong hamba-Nya, namun kita sendiri yang tidak mau meminta pertolongan-Nya.

Disini ada cara bagaimana hutang-hutang anda segera terlunasi dengan cara Islam, yaitu dengan doa-doa yang berasal dari sumber yang dapat dipertanggungjawabkan dari hadist shahih dan Al Quran.

Salah satu contoh hadist yang sangat termasyur. Dari Abu Said Al-Khudri r.a. diriwayatkan bahwa pada suatu hari Rasulullah SAW memasuki masjid. Tiba-tiba ada seorang pemuda yang sudah duduk lama di dalam masjid, pemuda itu bernama Abu Umamah.
Rasulullah SAW bertanya kepadanya : Wahai Abu Umamah, mengapa aku melihatmu duduk di masjid pada waktu-waktu di luar shalat? Abu Umamah menjawab, Aku sedang dilanda kesusahan dan dililit hutang-hutang wahai Rasulullah.
Rasulullah kemudian bersabda kepadanya, Ketauhilah aku akan mengajarkan kepadamu ucapan yang apabila engkau mengucapkannya, maka Allah SWT akan menyingkirkan kesedihan dan membayarkan hutang-hutangmu. Ucapkanlah pada waktu pagi dan sore :

  • Allahumma inni audzubika minal hammi wal hazani wa audzubika minal ‘ajzi wal kasali wa audzubika minal jubni wal bukhli wa audzubika min ghalabatiddaini wa qahrirrijali.
  • Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari bingung dan sedih. Aku berlindung kepada Engkau dari lemah dan malas. Aku berlindung kepada Engkau dari pengecut dan kikir. Dan aku berlindung kepada Engkau dari lilitan hutang dan kesewenang-wenangan manusia.
  • Kata Abu Umamah radhiyallahu anhu: Setelah membaca do’a tersebut, Allah berkenan menghilangkan kebingunganku dan membayarkan lunas semua hutangku. (HR Abu Dawud 4/353)

Doa penghilang hutang tsb justru ada permohonan berlindung dari sifat kikir, bukan kalimat lunasilah hutangku, yang nanti ada kaitannya dengan Surah At Talaq ayat 7 pd pembahasan dibawah.
Jangan sampai kita diberi tahu sama ahli dan pakar kitanya lebih percaya tekun mencatat, tetapi hadist Rasulullah SAW yang dikasihkan kepada kita dicuekin, bagaimana etika kita disisi Allah SWT, caranya gak dipakai.

( Kepastian Pertolongan Allah SWT )

Allah SWT Berfirman Artinya : Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sesngguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa. (TQS. Al-Hajj : 40)

Ayat ini menjelaskan kepastian pertolongan Allah bagi orang yang menolong-Nya. Kepastian pertolongan Allah ini dapat dilihat dari penggunaan perangkat tauqid sebanyak dua kali, yaitu lam ibtida dan nun tauqid (nun bertasydid).

Penggunaan sampai dua kali penekanan. Maka semestinya tidak boleh ada keraguan sedikitpun dibenak kita bahwa Allah benar-benar akan menolong orang yang menolong-Nya.Dalam Tafsirnya Imam Al-Baghowi menjelaskan, bahwa menolong Allah yang dimaksud adalah menolong agama-Nya dan nabi-Nya.
Dalam Tafsirnya Imam Ath-Thobari menjelaskan, bahwa yang dimaksud adalah berjihad di jalan Allah, untuk meninggikan kalimat Allah atas ejekan musuh-musuh-Nya.
Menolong agamanya Allah berarti menolong agama Islam. Dengan kata lain mengembalikan posisi agama Islam sebagaimana mestinya agar Umat Islam ini kembali kepada ajaran Agama-Nya dan mencintai Agama-Nya. Dikala saat ini banyak umat yang dipalingkan oleh kelalaian dan kemaksiatan secara merata.
Dalam surah Al-Hajj ayat 40, Allah pasti menolong orang yang menolong Allah. Pada ayat 41, Allah menyifati orang-orang yang mendapat pertolongan tersebut :

  • Artinya : (yaitu) orang-orang yang jika Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi niscaya mereka mendirikan sholat, menunaikan zakat, menyuruh berbuat yang maruf dan mencegah dari perbuatan yang mungkar, dan kepada Allahlah kembali segala urusan.

Kalau pada ayat tersebut Allah menunjukkan karakter orang-orang yang akan mendapat pertolongan Allah, maka sebaliknya pertolongan Allah tidak akan diberikan kepada orang-orang yang tidak memiliki karakter sebagaimana yang telah Allah tetapkan.
Karakter orang yang mendapat pertolongan Allah adalah orang-orang yang menjalankan/mengerjakan syariat Islam dan orang-orang yang melakukan amar maruf nahi mungkar.
Demikian juga orang-orang yang tidak mau melakukan amar maruf dan nahi mungkar, tentu tidak akan mendapatkan pertolongan Allah. Sebagaimana dalam firman-Nya.

  • Artinya : Dan janganlah kamu cenderung kepada orang-orang yang dzalim yang menyebabkan kamu disentuh api neraka, dan sekali-kali kamu tiada mempunyai seorang penolongpun selain Allah, kemudian kamu tidak akan diberi pertolongan (QS. Huud : 113)

Pada ayat tersebut, Allah menjelaskan sifat orang yang tidak mendapat pertolongan Allah adalah orang yang cenderung kepada orang yang berbuat dzalim dan meridloi kedzaliman yang mereka lakukan serta tidak ada upaya untuk menghentikan kedzaliman mereka.

( Bersedekah )-ustad Yusuf Mansur

Saat kita dihimpit persoalan ekonomi, saat kita banyak hutang dan tidak tahu bagaimana cara membayarnya, sedekah solusinya! Jika digali lebih dalam firman Allah ini

  • Surah At Talaq ayat 7 : Dan orang yang disempitkan rizkinya, hendaklah ia memberi nafkah dari harta yang diberikan Allah kepadanya .

Para Sahabat Nabi adalah golongan yang selamat, Allah memuji mereka karena inilah sikap mereka ketika dibacakan Ayat-ayat Allah SWT : Allah SWT Berfirman : Apabila Al-Quran dibacakan kepada mereka, mereka menyungkur atas wajah mereka sambil bersujud, seraya mereka berkata: Maha Suci Rabb kami, sesungguhnya janji Rabb kami pasti dipenuhi. Dan mereka menyungkur atas wajah mereka sambil menangis dan mereka bertambah khusyu [Al-Isra : 107-109].

Ustady Yusuf Mansur_ wisata hati Yusuf Mansur_

Comments (1)

Advertise Here
Advertise Here

Download E-Book Gratis Ust.Yusuf Mansur,Isi data,Kemudian Cek Inbox Email Anda !